Kaya Prestasi, Wako Riza Falepi Jadi Pembicara Di TV Nasional

oleh -805 views

Jakarta, basangek.com – Diundang khusus sebagai narasumber oleh televisi nasional CNN Indonesia dalam program Insight with Desi Anwar, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi sampaikan kiprah dan langkah yang telah dilakukannya dalam memajukan Kota Payakumbuh.

Dalam talk show tersebut orang nomor satu di Kota Randang itu mengatakan bahwa Payakumbuh telah banyak menoreh catatan dan prestasi penting. Hal ini menjadi bagian yang tak mungkin terpisahkan dari sejarah perkembangannya.

Sejak digawangi olehnya, Payakumbuh seakan tidak pernah berhenti menorehkan prestasi. Dalam 9 tahun terakhir lebih dari 100 penghargaan tingkat nasional sudah diraih Kota Payakumbuh di berbagai bidang.

Tak heran jika wali kota yang energik ini pernah dinobatkan oleh kementerian dalam negeri sebagai salah satu walikota terbaik di Indonesia. Bahkan pandemi bukan alasan bagi Payakumbuh untuk berhenti berprestasi.

Tahun 2020 yang lalu Wali Kota Payakumbuh ini “dipanggil” oleh KPK RI dalam aksi nasional pemberantasan korupsi untuk memaparkan praktik baik tranparansi pelayanan perizinan melalui inovasi pemanfaatan peta digital dalam proses pelayanan perizinan dan investasi di daerahnya.

Inovasi pelayanan perizinan ini menjadi salah satu keunggulan Kota Payakumbuh sehingga tahun ini Kementerian Investasi melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal menempatkan Kota Payakumbuh menjadi satu-satunya kota kecil yang masuk dalam top 5 pelayanan perizinan terbaik di Indonesia.

Dalam talk show tersebut Wako Riza Falepi menjelaskan, dengan penataan birokrasi untuk memberikan pelayanan terbaik menjadikan payakumbuh sebagai destinasi investasi. Serta dengan berbagai inovasi yang telah dilakukan, Pemko Payakumbuh bisa memangkas birokrasi dan mempermudah masyarakat dalam pelayanan publik.

“Salah satu fokus kita adalah penataan birokrasi melalui pemanfaatan teknologi informasi dengan mewujudkan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Saya yakin suatu saat nanti dengan perkembangan teknologi, birokrasi tidak lagi membutuhkan tenaga pegawai yang banyak. ini yang secara bertahap sudah kita mulai di Kota Payakumbuh,” katanya di studio CNN Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (05/10).

Dengan demikian dia menyebut tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik dapat dilakukan dengan lebih cepat, lebih efisien dan lebih akuntabel. Serta pemanfaatan sistem informasi telah mendongktak kinerja pengelolaan keuangan daerah sehingga mulai tahun 2014 sampai tahun 2020 (7 kali berturut-turut) Payakumbuh diganjar opini wajar tanpa pengecualian atau WTP dari BPK RI.

“Kami sejak awal serius untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan perizinan ini. Tahun 2014 dan 2015 Payakumbuh melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu sudah mendapatkan penghargaan Investment Award dari Wakil Presiden Budiono waktu itu,” ujarnya.

Kemudian tak sampai disitu dan terus berlanjut, di tahun 2021 ini melalui Mal Pelayanan Publik Kota Payakumbuh masuk dalam top 5 pelayanan perizinan terbaik nasional.

“Kami merasakan dampaknya sekarang apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini, tahun 2020 lalu nilai investasi skala nasional mencapai nilai 130 milyar rupiah, ini adalah capaian tertinggi yang pernah kita raih. Dimana angka tertinggi sebelumnya adalah 112 milyar yang di peroleh pada tahun 2017 silam,” tambahnya.

Lebih lanjut Dt. Rajo Kaampek suku tersebut menerangkan untuk menopang sektor unggulan di Payakumbuh, semuanya berangkat dari siapa pelaku dominan dalam perekonomian dan seberapa besar daya ungkit yang akan ditimbulkan kalau investor ingin berintervensi.

“Untuk menentukan sektor unggulan kita, sampai saat ini 97% pelaku usaha di kota payakumbuh adalah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Merekalah urat nadi perekonomian Kota Payakumbuh, dan berdasarkan pengalaman dari beberapa kali krisis ekonomi yang melanda negara kita, termasuk krisis akibat pandemi covid-19 terbukti sektor UMKM cukup tangguh menopang perekonomian,” ucapnya.

“Oleh karena itu sejak awal misi kami membangun perekonomian yang tangguh, unggul, berdaya saing dan berkeadilan dengan memunculkan gerakan ekonomi bersama, basisnya adalah UMKM,” ulasnya.

Kemudian diceritakan Riza pada periode pertamanya, tahun 2012-2017 dia terus mendorong munculnya sentra-sentra produksi unggulan daerah. Sehingga mulai tahun 2015 sudah punya 5 sentra produk unggulan dalam bentuk kampung-kampung industri yaitu: kampung tenun di Balai Panjang, kampung makanan ringan di Payolansek, kampung bambu di Aur Kuning, kampung coklat di Ampangan dan kampung randang di Sungai Durian.

Kampung industri ini terus berkembang dan pelaku usahanya semakin banyak serta penjualan produk juga meningkat. Salah satu contoh adalah kampung rendang yang pada awalnya tahun 2015 pelaku usahanya hanya 16 IKM, hingga saat ini sudah mencapai 54 IKM yang sudah punya ciri khas dan cita rasa serta pangsa pasar masing-masing.

Pada periode keduanya Riza mulai fokus kepada pengembangan produk unggulan yang betul-betul mempunyai peluang menjadi daya ungkit yang besar bagi pertumbuhan ekonomi Kota Payakumbuh. Dari kelima produk unggulan daerah berdasarkan hasil kajian, kemudian disimpulkan rendang menjadi produk yang harus didorong menjadi produk utama.

Pertimbangannya adalah karena rendang merupakan makanan lezat yang sudah sangat dikenal oleh dunia, beberapa kali CNN Internasional menempatkan rendang sebagai makanan terlezat di dunia berdasarkan hasil survey resmi yang dilakukan setiap tahun.

“Terima kasih kami ucapkan kepada cnn yang sudah ikut menjadi “grand ambassador” rendang ke dunia internasional . disamping itu rendang juga makanan yang cukup tahan lama walaupun tanpa perlakuan khusus dan tanpa penggunaan bahan pengawet. kita melihat peluang pasar yang sangat besar untuk produk rendang ini kedepan. tentu kita harus menyiapkan segala sesuatunya untuk mewujudkan rendang menjadi produk yang go internasional,” imbuhnya.

Kemudian, ditanya soal perkembangan kasus Covid-19 Wako Riza Falepi mengatakan, Payakumbuh pernah mengalami kasus baru harian tertinggi pada tanggal 11 agustus sebanyak 20 orang. Serta jumlah yang di isolasi dan mendapatkan perawatan waktu itu mencapai 328 orang, sehingga waktu itu diberlakukan PPKM level 3 karena sudah berada di zona orange.

“Alhamdulillah sekarang jumlah kasus harian sudah mulai melandai bahkan dalam seminggu terakhir kita mencatat hanya 3 kasus positif baru. Kondisi terakhir dari 47 kelurahan, hanya 3 kelurahan yang zona kuning dan yang lainnya sudah zona hijau,” ungkapnya.

Hal tersebut tak lepas dari upaya Pemko Payakumbuh dalam percepatan vaksinasi. Yang teranyar untuk terus menggenjot agar semua masyarakat terlayani, melalui Dinas Kesehatan digelar gebyar vaksinasi sapu jagat. Dari total 110.066 orang target sasaran, sampai akhir September sudah 35.000 atau 32% yang sudah vaksin tahap 1 dan 21.000 atau 19% yang sudah di vaksin tahap 2.

“Kita selalu menyegerakan, jika stok vaksin jatah Kota Payakumbuh sudah datang kita secepatnya distribusikan dan segera dilakukan vaksinasi kepada masyarakat kita,” kata Riza.

Untuk bertahan dan bangkit dari krisis pandemi Covid-19 wali kota dua periode tersebut mengatakan beberapa strategi yang dilakukan oleh Pemko Payakumbuh salah satunya dengan menyesuaikan strategi pemasaran, baik melalui penguatan branding maupun pemanfaatan digital marketing yang sedang berkembang.

“untuk penguatan branding kita juga disupport oleh Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bang Sandi Uno untuk memasukkan randang payakumbuh sebagai bagian program “spice of the world” yang bertujuan untuk lebih memperkenalkan kuliner indonesia ke dunia,” katanya.

“Kemudian untuk meningkatkan akses pasar bagi UKM kita berikan pelatihan pemasaran online, bagaimana mengakses konten-konten market place di sosmed, bagaimana memanfaatkan platform market raksasa sebagai showcase tempat jualan produk unggulan industri kecil kita,” tukuknya.

Strategi selanjutnya untuk bangkit dari krisis pandemi ini adalah, Saat ini Kota Payakumbuh sedang disiapkan sebagai daerah industri berbasis bio teknologi dan agro industri. Seiring akan terkoneksinya tol Padang – Pekanbaru dengan tol Trans Sumatera sehingga akan memperpendek jarak tempuh dengan pelabuhan-pelabuhan eksport yang ada di Sumatera.

“Kita dikelilingi oleh daerah penghasil komoditi pertanian dan perkebunan yang cukup besar seperti: sawit, gambir, kulit manis, pinang dan lain-lain. Industri berbasis bio teknologi dan agro industri ini yang akan kita kembangkan kedepan,” pungkas Wali Kota dua periode itu. (Bsk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *